Ngaji “Mutu” Bagian 1, MBNQA

mbnqa

MBNQA (Malcom Baldrige National Quality Award)

  1. Pengertian MBNQA

Malcom Baldrige National Quality Award (MBNQA) Menurut Vincent Gaspersz (2002) merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan terus menerus (continuously improvement) dengan menggunakan pengukuran dan memberikan feedback mengenai kinerja organisasi secara keseluruhan dalam penyediaan produk dan jasa yang berkualitas. Diciptakan pertama kali US Congress pada tahun 1987 sebagai penghormatan kepada Malcom Baldrige, Commerce Department Secretary. Sistem ini, dituangkan dalam Malcom Baldrige National Quality Award Improvement Act Of 1987, dan ditanda tangani oleh Presiden Ronald Reagen pada Tanggal 20 Agustus 1987.[1]

Malcom Baldrige National Quality Award (MBNQA) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk mengukur keefektifan kinerja organisasi secara keseluruhan, baik untuk perusahaan, organisasi pendidikan maupun kesehatan. Kriteria pendidikan Malcom Baldrige untuk kinerja yang excellence merupakan dasar untuk melakukan Self–assesements suatu organisasi, guna mendapatkan award dan memberikan Feedback kepada organisasi.

Menurut Vincent Gaspersz (2002) Tujuan dari Malcom Baldrige National Quality Award adalah: 1. Membantu meningkatkan praktek–praktek kinerja organisasi, kemampuan, dan hasil-hasil. 2. Memudahkan komunikasi dan Sharing informasi tentang praktek-praktek terbaik diantara organisasi-organisasi dari semua jenis. 3. Melayani sebagai alat kerja untuk memahami dan mengelolah kinerja serta untuk pedoman perencanaan dan kesempatan untuk pembelajaran.[2]

  1. Kategori Penghargaan MBNQA Bidang Pendidikan

Kategori pendidikan diperkenalkan tahun 1999, dan hingga kini terdapat 99 aplikasi dalam bidang pendidikan. Organisasi profit, non-profit, ataupun yang bersifat pribadi / lingkup kecil berhak untuk ikut serta dalam penghargaan ini. Penerima penghargaan Baldrige untuk perusahaan kecil membuktikan bahwa setiap organisasi di Amerika Serikat yang berkembang dengan menggunakan dasar kerja dari kriteria performansinya sendiri dapat mengikuti penghargaan ini.

Dalam bidang pendidikan, termasuk didalamnya :

  • Sekolah Dasar & Menengah
  • College dan Universitas
  • Kaum Professional Sekolah, dll

Banyak organisasi pendidikan telah menggunakan Baldrige criteria untuk menghasilkan perbaikan. Contohnya adalah:

  • Departemen pendidikan di New Jersey telah memberikan izin bagi sekolah-sekolah untuk menggunakan Baldrige criteria. Beberapa negara bagian lain juga mempertimbangkan untuk menggunakan kriteria Baldrige tersebut.
  • The National Alliance of Business and the American Productivity and Quality Center juga telah mengembangkan kriteria Baldrige dalam Education Initiative (sebuah program nasional untuk mengembangkan sistem manajemen untuk organisasi pendidikan dan output pendidikan)
  • Pada April 2000, the National Education Goals Panel (NEGP) mengadakan teleconference yang bersifat nasional, “Creating a Framework for High Achieving Schools,” agar dapat menjadi lebih fokus kepada kriteria Baldrige dalam bidang pendidikan.

Landasan Teori MBNQA Untuk Pendidikan[3] Kriteria pendidikan Malcom Baldrige ini mempunyai tiga goal yang berorientasi pada hasil: a. Menyampaikan nilai perbaikan ke siswa dan Stakeholder, yang berkontribusi untuk memperbaiki kualitas pendidikan. b. Memperbaiki keefektifan dan kemampuan organisasi secara keseluruhan sebagai organisasi pendidikan. c. Organizational and Personal Learning. Kriteria Malcom Baldrige National Quality Award dibangun berdasarkan 4 konsep yang diringkas sebagai berikut :

Pertama, Visionary Leadership. Seorang pemimpin organisasi pendidikan perlu menetapkan dan menciptakan arah yang berfokus pada pelajar, kondisi dan suasana yang berorientasi pada pembelajaran, arah pendidikan yang jelas dan nyata, serta harapan yang tinggi. Arah, nilai dan harapan tersebut harus seimbang dengan kebutuhan Stakeholder.

Kedua, Learning–Centered Education. Learning Centered Education menempatkan fokus pendidikan pada pembelajaran dan kebutuhan pelajar. Beberapa kebutuhan pelajar tersebut berasal dari permintaan pasar dan tangggung jawab sebagai warga negara.

Ketiga, Organizational and personal Learning. Untuk mencapai kinerja yang tinggi, dibutuhkan pelaksanaan pendekatan yang baik kearah organizational and personal learning. Organizational and personal learning mengarah pada perbaikan berkelanjutan dari pendekatan dan proses yang dilakukan serta beradaptasi pada perubahan.

Keempat, Valuing Faculty, Staff and Partners. Kesuksesan organisasi tergantung pada peningkatan pengetahuan, Skill, innovasi dan motivasi yang dimiliki guru, staff dan mitra kerja. Pemberdayaan Guru dan staff berarti berkomitmen terhadap kepuasan, pengembangan dan kesejahteraan guru dan staff.

 

  1. Kriteria Penghargaan MBNQA

Kriteria performansi terbaik dari Baldridge adalah framework yang dapat digunakan organisasi dalam meningkatkan kualitas. Tujuh pilar yang digunakan sebagai kriteria penghargaan adalah:

Pilar pertama : Leadership. Memeriksa apakah eksekutif senior mengarahkan organisasi, dan bagaimana organisasi menjalankan tanggung jawabnya kepada publik dan berperan sebagai ‘warga’ yang baik. Kriteria ini ingin melihat bagaimana para CEO maupun leader di organisasi Anda menampilkan kapasitas dan kapabilitasnya; bagaimana mereka menetapkan visi dan tujuan organisasi; untuk kemudian mengkomunikasikannya kepada setiap anggota. Juga apakah leaders di organisasi Anda memiliki kecakapan untuk mengelola dan menginspirasi anak buahnya dalam mencapai keunggulan kinerja.

Pilar kedua : Strategic Planning. Memeriksa apakah organisasi tersebut telah membuat arah strateginya dan bagaimana dapat menentukan key action plan. Kriteria ini ingin melihat bagaimana proses perumusan strategi ditetapkan di lingkungan kantor Anda.

Pilar ketiga : Customer Focus. Memeriksa bagaimana organisasi memutuskan kebutuhan serta ekspektasi pasar serta pelanggan; membangun hubungan dengan pelanggan; dan bagaimana mendapatkan, memuaskan serta menjaga pelanggan.

Pilar keempat : Measurement, analysis, and knowledge management : Menganalisis sistem manajemen, aplikasi manajemen yang efektif, perbaikan data serta informasi untuk mendukung proses organisasi dan performansi sistem manajemen. Apakah setiap leaders di tempat Anda sudah memiliki key performance indicators (KPI) yang jelas dan terukur? Dan apakah key indicators itu selalu direview secara periodik untuk melihat progress dan mengambil corrective action (jika targetnya meleset)?

Pilar kelima : Human Resource Focus. Menganalisa bagaimana organisasi mampu mendukung pekerjanya dalam membangun potensi individu dan bagaimana para pekerjanya dapat mengikuti tujuan organisasi. Seberapa jauh perhatian dan komitmen manajemen organisasi Anda terhadap pengembangan mutu SDM-nya? Elemen ini juga mau melihat apakah organisasi telah memberikan skema reward yang fair dan atraktif kepada segenap anggotanya. Kontribusi angggota yang melejit hanya akan merebak jika sebuah organisasi punya kebjiakan people focus yang solid dan konsisten.

Pilar keenam : Process Management. Memeriksa bagaimana proses perancangan , pengaturan serta peningkatan aspek-aspek penting dari produksi dan delivery juga proses pendukung lainnya, dilakukan. Kriteria ini mau mengukur bagaimana kantor Anda mendesain dan mengelola proses kerja kunci? Apakah setiap alur proses sudah didesain dengan ramping dan efisien? Atau masih banyak proses kerja yang terlalu birokratis, tidak saling terkoordinasi dengan baik, dan justru menimbulkan banyak silang sengketa diantara berbagai bagian/departemen?

Pilar yang ketujuh : Business Result. Pilar ini hendak melihat bagaimana hasil akhir kinerja organisasi : apakah makin kompetitif, makin efektif, dan makin mengkilap kinerja seluruh aspek organisasinya?. Pilar ini menganalisa performansi organisasi dan peningkatannya pada kunci area bisnisnya yang meliputi kepuasan pelanggan, performansi keuangan serta pangsa pasar, sumber daya manusia, performansi supplier dan relasi, performansi operasional, dan tanggung jawab pada pemerintah dan sosial. Kategori ini juga melihat organisasi tersebut relatif tangguh terhadap kompetitornya.

Melalui 7 pilar diatas kita bisa menakar dimana level kinerja organisasi Anda. 7 Pilar ini juga sangat membantu jika sebuah organisasi hendak melakukan proses transformasi menuju ke arah yang lebih menjulang. Artinya, 7 kriteria diatas dapat digunakan sebagai peta, sebagai roadmap, jika organisasi Anda hendak merumuskan action plan-nya.

 

 

Gambar 2. Baldridge Actionable

 

Pilar-pilar diatas telah digunakan oleh ribuan organisasi sebagai dasar penilaian diri (self-assessment), pelatihan serta alat untuk membangun performansi dan proses bisnis. Jutaan kopi buku yang berisi tentang kriteria performansi ini telah didistribusikan sejak tahun 1988. Duplikasi serta akses elektronik membuat jumlahnya semakin berlipat ganda.

Kriteria Baldridge berisi tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keuangan. Faktor-faktor tersebut antara lain keputusan bisnis dan strategi yang mengarahkan pada pencapaian performansi pasar yang lebih baik, market share, serta relasi dan kepuasan konsumen. Perusahaan-perusahaan diharuskan menggunakan informasi keuangan termasuk kenaikan atau penurunan keuntungan. Informasi ini digunakan untuk menganalisis serta melaporkan perkembangan keseluruhan dan hubungan di antara keputusan bisnis dan strategi tersebut.

Berdasarkan gambar tersebut, dapat kita buat tabel kriteria dan item (subkriteria), terdapat penilaian dari kategori MBNQA yang dijelaskan pada tabel berikut[4]

Gambar 3. Kerangka Kerja dan penilaian MBNQA versi 2002

Gambar 4. Kategori dan sub kategori penilaian MBNQA

[1] Vincent Gaspersz. Integrasi Six Sigma ke dalam MBNQA, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2000), 56

[2] Vincent Gaspersz. Integrasi Six Sigma…, 59

[3] Vincent Gaspersz. Integrasi Six…, 70-76

[4] Vincent Gaspers, Integrasi Six Sigma…, 89