Search
Close this search box.

Corona Berhasil Menetaskan Buku Pedoman Penjaminan Mutu

Ponorogo, 20 April 2020 | Setelah sebelumnya sukses menghasilkan Buku Pedoman Audit Mutu Internal, kali ini wabah Corona berhasil menginspirasi tersusunnya Buku Pedoman Pengelolaan Mutu untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Lagi-lagi, inisiatornya adalah Dr. Muhammad Fakhri Husein, S.E., M.Si., Ketua LPM UIN Sunan Kalijaga. Penyusunan buku ini terinspirasi juga dengan keberhasilan penyusunan buku AMI.

Lahirnya buku ini juga tidak terlepas dari dinamika pengelolaan PTKIN. Pengelolaan mutu menuntut adanya perbaikan sistem kerja disegala lini. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing baik di tataran regional, nasional maupun internasional. PTKIN membutuhkan aksi perubahan dan kebaruan dalam merespon kondisi dunia memasuki revolusi industri 4.0 dan membentuk ‘Kampus Merdeka-Merdeka Belajar’ yang memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.

Sebagai delegasi dari LPM IAIN Ponorogo dalam menyusun Buku Pengelolaan Mutu PTKIN ini adalah Edi Irawan. Dosen matematika ini intens mengikuti perkembangan pada WAG Tim Task Force penyusun Buku Pengelolaan Mutu PTKIN. “Kebetulan kita sebagai delegasi LPM IAIN Ponorogo, mendapat bagian untuk menyusun daftar SOP dalam rangka pengelolaan mutu” tutur Sekretaris LPM ini. Lebih lanjut, Dosen Matematika ini menyebutkan bahwa di era wabah Covid-19 ini tidak menyurutkan kerja tim task force. Justru dengan WFH seperti ini, bekerja tidak mengenal waktu. Diskusi konsultasi dan penyusunan dokumen dimulai pagi hingga malam hari. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat, atas kerjasama seluruh tim penyusun dari 41 PTKIN yang bersedia, Buku Pengelolaan Mutu PTKIN ini bisa terselesaikan.

Pengelolaan PTKIN berbasis mutu dimaksudkan untuk menjawab dinamika di atas.  Pengembangan PTKIN juga perlu keselarasan dan langkah bersama semua unsur untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan patut dilirik semua orang. Pembenahan mutu secara internal PTKIN harus terus dilakukan dengan dukungan sumber daya manusia, regulasi, dan dokumen yang memadai. Oleh karena itu Pedoman Pengelolaan Mutu PTKIN sangat dibutuhkan sebagai acuan agar dapat melakukan perubahan dan memudahkan pelaksanaan pengelolaan mutu di kampus. Pengelolaan berbasis mutu akan membawa PTKIN menjadi terdepan, baik di Indonesia, Asia maupun di dunia internasional.

“Buku Pengelolaan Mutu ini sangat bermanfaat. Meskipun pada saat ini LPM IAIN Ponorogo sudah memiliki pedoman tersendiri, namun nantinya akan dilengkapi dan disesuaikan dengan pedoman yang baru ini. Semoga buku ini benar-benar bermanfaat bagi pengelolaan mutu di IAIN Ponorogo menuju perguruan tinggi unggul.” pungkasnya. (NI)